Life is BLISS, taste it
Life is LUCK, make it
Life is LIFE, fight for it
Life is a SONG, sing it
Life is a GAME, play it
Life is BEAUTY, admire it
Life is a DREAM, realize it
Life is a DUTY, complete it
Life is a PROMISE, fulfill it
Life is a CHALLENGE, meet it
Life is a STRUGGLE, accept it
Life is a TRAGEDY, confront it
Life is an ADVENTURE, dare it
Life is SORROW, overcome it
Life is an OPPORTUNITY, benefit from it
Life is too PRECIOUS, do not destroy it
One BIRD can herald spring
One TREE can start a forest
One SUNBEAM lights a room
One HANDCLASP lifts a soul
One HOPE will raise our spirits
One WORD must start a prayer
One WORD can frame the goal
One VOTE can change a nation
One SMILE begins a friendship
One TOUCH can show you care
One LAUGH will conquer gloom
One LIFE can make a difference
One SONG can spark a moment
One CANDLE wipes out darkness
One HEART can know what is true
One STAR can guide a ship at sea
One STEP must start each journey
One VOICE can speak with wisdom
One FLOWER can wake the dream
Success is my Right
Tuesday, November 01, 2005
R A H A S I A 9 0 / 1 0 KEHIDUPAN
Apa Rahasia dari 90/10 ? 10 % kehidupan dibuat oleh hal-hal
yang terjadi terhadap kita. 90 % kehidupan ditentukan oleh bagaimana
kita bereaksi / memberi respon. Apa artinya ? Kita sungguh-sungguh
tidak dapat mengontrol 10 % kejadian-kejadian yang menimpa kita.
Kita tidak dapat mencegah kerusakan mobil. Pesawat mungkin
terlambat, dan mengacaukan seluruh jadwal kita. Seorang supir
mungkin menyalip kita di tengah kemacetan lalu-lintas. Kita tidak
punya kontrol atas hal yang 10 % ini. Yang 90 % lagi berbeda. Kita
menentukan yang 90 % ! Bagaimana ? Dengan reaksi kita. Kita tidak
dapat mengontrol lampu merah, tapi dapat mengontrol reaksi kita.
Jangan biarkan orang lain mempermainkan kita, kita dapat
mengendalikan reaksi kita !
Mari lihat sebuah contoh. Engkau sedang sarapan bersama
keluarga. Adik perempuanmu menumpahkan secangkir kopi ke kemeja
kerjamu. Engkau tidak dapat mengendalikan apa yang telah terjadi
itu. Apa yang terjadi kemudian akan ditentukan oleh bagaimana engkau
bereaksi. Engkau mengumpat. Engkau dengan kasar memarahi adikmu yang
menumpahkan kopi. Dia menangis. Setelah itu, engkau melihat ke
istrimu, dan mengkritiknya karena telah menaruh cangkir kopi terlalu
dekat dengan tepi meja. Pertempuran kata-kata singkat menyusul.
Engkau naik pitam dan kemudian pergi mengganti kemeja. Setelah itu
engkau kembali dan melihat adik perempuanmu sedang menghabiskan
sarapan sambil menangis dan siap berangkat ke sekolah. Dia
ketinggalan bis sekolah. Istrimu harus segera berangkat kerja.
Engkau segera menuju mobil dan mengantar adikmu ke sekolah. Karena
engkau terlambat, engkau mengendarai mobil melewati batas kecepatan
maksimum. Setelah tertunda 15 menit karena harus membayar tilang,
engkau tiba di sekolah. Adikmu berlari masuk. Engkau melanjutkan
perjalanan, dan tiba di kantor terlambat 20 menit, dan engkau baru
sadar, bahwa tas kerjamu tertinggal.
Hari-mu begitu buruk. Engkau ingin segera pulang. Ketika
engkau pulang, engkau menemukan ada hambatan dalam hubungan dengan
istri dan adikmu. Kenapa ? Karena reaksimu pagi tadi. Kenapa hari mu
buruk ?
a) Karena secangkir kopi yang tumpah ?
b) Karena kecerobohan adikmu ?
c) Karena polisi yang menilang ?
d) Karena dirimu sendiri ?
Jawaban-nya adalah D.
Engkau tidak dapat mengendalikan tumpahnya kopi itu.
Bagaimana reaksi-mu 5 detik kemudian setelah itu, yang menyebabkan
harimu menjadi buruk. Ini yang mungkin terjadi jika engkau bereaksi
dengan cara yang berbeda. Kopi tumpah di kemejamu. Adikmu sudah siap
menangis. Engkau dengan lembut berkata "Tidak apa-apa sayang, lain
kali kamu lebih hati-hati ya". Engkau pergi mengganti kemejamu dan
dan tidak lupa mengambil tas kerjamu. Engkau kembali dan melihat
adikmu sedang naik ke dalam bus sekolah. Istrimu menciummu sebelum
engkau berangkat kerja. Engkau tiba di kantor 5 menit lebih awal,
dan dengan riang menyalami para karyawan. Atasanmu berkomentar
tentang bagimana baiknya hari ini buatmu.
Lihat perbedaannya. Dua skenario yang berbeda. Keduanya
dimulai dari hal yang sama, tapi berakhir dengan berbeda. Kenapa ?
Karena REAKSI kita. SUNGGUH KITA TIDAK DAPAT MENGONTROL 10 % HAL-HAL
YANG TERJADI. TAPI YANG 90 % LAGI DITENTUKAN OLEH REAKSI KITA
TERHADAP KEJADIAN TERSEBUT.
yang terjadi terhadap kita. 90 % kehidupan ditentukan oleh bagaimana
kita bereaksi / memberi respon. Apa artinya ? Kita sungguh-sungguh
tidak dapat mengontrol 10 % kejadian-kejadian yang menimpa kita.
Kita tidak dapat mencegah kerusakan mobil. Pesawat mungkin
terlambat, dan mengacaukan seluruh jadwal kita. Seorang supir
mungkin menyalip kita di tengah kemacetan lalu-lintas. Kita tidak
punya kontrol atas hal yang 10 % ini. Yang 90 % lagi berbeda. Kita
menentukan yang 90 % ! Bagaimana ? Dengan reaksi kita. Kita tidak
dapat mengontrol lampu merah, tapi dapat mengontrol reaksi kita.
Jangan biarkan orang lain mempermainkan kita, kita dapat
mengendalikan reaksi kita !
Mari lihat sebuah contoh. Engkau sedang sarapan bersama
keluarga. Adik perempuanmu menumpahkan secangkir kopi ke kemeja
kerjamu. Engkau tidak dapat mengendalikan apa yang telah terjadi
itu. Apa yang terjadi kemudian akan ditentukan oleh bagaimana engkau
bereaksi. Engkau mengumpat. Engkau dengan kasar memarahi adikmu yang
menumpahkan kopi. Dia menangis. Setelah itu, engkau melihat ke
istrimu, dan mengkritiknya karena telah menaruh cangkir kopi terlalu
dekat dengan tepi meja. Pertempuran kata-kata singkat menyusul.
Engkau naik pitam dan kemudian pergi mengganti kemeja. Setelah itu
engkau kembali dan melihat adik perempuanmu sedang menghabiskan
sarapan sambil menangis dan siap berangkat ke sekolah. Dia
ketinggalan bis sekolah. Istrimu harus segera berangkat kerja.
Engkau segera menuju mobil dan mengantar adikmu ke sekolah. Karena
engkau terlambat, engkau mengendarai mobil melewati batas kecepatan
maksimum. Setelah tertunda 15 menit karena harus membayar tilang,
engkau tiba di sekolah. Adikmu berlari masuk. Engkau melanjutkan
perjalanan, dan tiba di kantor terlambat 20 menit, dan engkau baru
sadar, bahwa tas kerjamu tertinggal.
Hari-mu begitu buruk. Engkau ingin segera pulang. Ketika
engkau pulang, engkau menemukan ada hambatan dalam hubungan dengan
istri dan adikmu. Kenapa ? Karena reaksimu pagi tadi. Kenapa hari mu
buruk ?
a) Karena secangkir kopi yang tumpah ?
b) Karena kecerobohan adikmu ?
c) Karena polisi yang menilang ?
d) Karena dirimu sendiri ?
Jawaban-nya adalah D.
Engkau tidak dapat mengendalikan tumpahnya kopi itu.
Bagaimana reaksi-mu 5 detik kemudian setelah itu, yang menyebabkan
harimu menjadi buruk. Ini yang mungkin terjadi jika engkau bereaksi
dengan cara yang berbeda. Kopi tumpah di kemejamu. Adikmu sudah siap
menangis. Engkau dengan lembut berkata "Tidak apa-apa sayang, lain
kali kamu lebih hati-hati ya". Engkau pergi mengganti kemejamu dan
dan tidak lupa mengambil tas kerjamu. Engkau kembali dan melihat
adikmu sedang naik ke dalam bus sekolah. Istrimu menciummu sebelum
engkau berangkat kerja. Engkau tiba di kantor 5 menit lebih awal,
dan dengan riang menyalami para karyawan. Atasanmu berkomentar
tentang bagimana baiknya hari ini buatmu.
Lihat perbedaannya. Dua skenario yang berbeda. Keduanya
dimulai dari hal yang sama, tapi berakhir dengan berbeda. Kenapa ?
Karena REAKSI kita. SUNGGUH KITA TIDAK DAPAT MENGONTROL 10 % HAL-HAL
YANG TERJADI. TAPI YANG 90 % LAGI DITENTUKAN OLEH REAKSI KITA
TERHADAP KEJADIAN TERSEBUT.
Subscribe to:
Posts (Atom)